Ads 468x60px

25 September, 2013

Hubungan Prematuritas Dan Status Ekonomi Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir Di RS

Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 AKB di Indonesia adalah sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. Asfiksia neonatorum merupakan penyebab kedua kematian bayi di Indonesia sebesar 27%. Penyebab terbesar kematian bayi perinatal dan neonatal di Provinsi XXX tahun 2011 adalah asfiksia neonatorum yaitu 34,19% . Pada tahun 2011 di kota XXX terdapat 247 bayi (7,3%) yang mengalami asfiksia dari 3382 kelahiran. Bayi yang lahir dalam keadaan asfiksia menyebabkan hipoksia, serta berdampak pada kematian, sedangkan jika bayi dapat bertahan hidup, kemungkinan akan menderita cacat mental serta kerusakan otak yang permanen, seperti epilepsi dan bodoh pada masa mendatang. Faktor predisposisi yang dapat menyebabkan asfiksia pada bayi baru lahir meliputi plasenta previa, solusio plasenta, kehamilan lewat waktu, preeklamsi dan eklamsi, partus lama, ketuban pecah dini, status ekonomi rendah, persalinan dengan SC, dan korioamnionitis. Faktor tali pusat, faktor bayi meliputi air ketuban bercampur mekonium, gemeli, letak sungsang, kelainan kongenital dan bayi prematur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan prematuritas dan status ekonomi dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di RS  XXXXXX tahun 2013. 

Rancangan penelitian menggunakan case control. Populasi kasus yaitu bayi baru lahir normal yang mengalami asfiksia di RSUD Jend.A.Yani Metro, dan populasi kontrol bayi baru lahir normal yang tidak mengalami asfiksia. Populasi dalam penelitian berjumlah 96 bayi baru lahir normal. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 kasus dan 72 kontrol, dengan teknik quota sampling, pengumpulan data ini menggunakan cek list yang dianalisa secara univariat dengan tabel persentase dan bivariat dengan analisa chi square.

Hasil penelitian ini diperoleh hasil proporsi prematuritas yaitu sebanyak 62,5% (15 orang), proporsi status ekonomi rendah yaitu sebanyak 54,2% (13 orang). Hubungan antara prematuritas dengan asfiksia neonatorum ( p-value 0,002) dan didapatkan nilai OR 5,000 (CI; 95%: 1,870-13,370). Hubungan antara status ekonomi dengan asfiksia neonatorum (p-value 0,001) dan didapatkan nilai OR 5,909 (CI; 95%: 2,143-16,294). Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara prematuritas dan status ekonomi dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD XXXX. Perlu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya asfiksia neonatorum, salah satu nya pentingnya melakukan deteksi dini, memberikan penyuluhan kepada ibu hamil ketika pelayanan antenatal tentang faktor-faktor resiko, menjaga pola makan dan kesehatan, serta upaya persalinan cukup bulan sehingga kejadian prematuritas dapat dicegah dan memperkecil kemungkinan terjadinya asfiksia.

Kata Kunci : Prematuritas, Status Ekonomi, dan Asfiksia Neonatorum
Daftar Bacaan : 41 (2000-2013)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Fans Page