Ads 468x60px

24 September, 2013

Hubungan Perdarahan Antepartum dan Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di RSU

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tergolong tinggi. Di negara ASEAN pada tahun 2009 AKB di Indonesia sebesar 30 per 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012 AKB di Indonesia adalah sebesar 32 per 1.000. Penyebab kematian bayi kedua adalah asfiksia neonatorum  sebesar 27%, di Propinsi XXX asfiksia penyebab kematian bayi nomor dua.  Di Kota XXX tahun 2011 asfiksia  menempati urutan kedua penyebab kematian  (29%) setelah BBLR Rumusan masalah apakah ada hubungan antara perdarahan antepartum dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD XXXX Tahun 2013?. 

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perdarahan antepartum dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD XXX Tahun 2013.

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analitik dengan rancangan case control. Populasi kasus adalah ibu bersalin dengan bayi lahir asfiksia dan populasi kontrol adalah ibu bersalin dengan bayi lahir normal. Sampel kasus berjumlah 27 ibu dan sampel kontrol berjumlah 27 ibu bersalin dengan bayi asfiksia dengan tehnik consecutive sampling. Cara ukur dengan observasi dan wawancara dan alat ukur lembar checklist yang dianalisa secara univariat dengan tabel persentase dan bivariat dengan analisa chi square.

Hasil peneltiian diperoleh proporsi kejadian perdarahan antepartum pada ibu bersalin sebesar 14,81%, kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin sebesar 20,37%. Hasil uji statistik hubungan perdarahan antepartum dengan kejadian asfiksia dengan p-value = 0,025 dan OR: 9,100, hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia dengan p-value = 0,043 dan OR: 6,250. Kesimpulan penelitian ada hubungan antara perdarahan antepartum dan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD XXXX Tahun 2013, sehingga perlu penanganan yang lebih intensif pada ibu dengan kejadian perdarahan antepartum dan ketuban pecah dini agar kejadian asfiksia pada bayi baru lahir dapat dicegah.

Kata Kunci : Asfiksia, perdarahan antepartum, ketuban pecah dini
Daftar Bacaan : 34 (1998-2012)

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Fans Page