Ads 468x60px

17 Oktober, 2012

Hubungan Antara Usia Ibu, Paritas dan Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Abortus Incompletus


Abortus merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada ibu hamil juga pada janin di dalam kandungan. Sekitar 10-15% kematian ibu diakibatkan oleh komplikasi dari abortus, diantaranya adalah perdarahan, infeksi dan syok. Di RSUD A. Yani Kota Metro kasus abortus incompletus terjadi peningkatan dari tahun 2009 sebanyak 51 kasus (5,72%) dan tahun 2010 sebanyak 59 kasus (6.44%). Terdapat beberapa faktor resiko penyebab keguguran atau abortus seperti usia, paritas, pekerjaan dan riwayat obstetri yang jelek dapat menimbulkan terjadinya gangguan kehamilan dan persalinan termasuk didalamnya abortus incompletes. 
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu, paritas, pekerjaan dengan kejadian abortus incompletus di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro tahun 2011.
Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang mengalami abortus pada tahun 2011 di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro berjumlah 113 ibu abortus. Sampel diambil dengan menggunakan tehnik total sampling berjumlah 113 ibu abortus. Alat ukur berupa lembar check list yang dianalisa secara univariat untuk menganalisa proporsi tiap variabel dan bivariat dengan analisa chi square guna menganalisis hubungan antar variabel bebas usia varitas dan pekerjaan dengan variabel tetap abortus incompletus. 
Hasil pengolahan data diperoleh hasil bahwa proporsi usia ibu dengan abortus dengan usia yang beresiko sebesar 44,25%, proporsi paritas ibu dengan abortus dengan paritas beresiko tinggi sebesar 46,90%, proporsi pekerjaan dengan abortus yang bekerja sebesar 38,94%, hasil uji statistik hubungan antara usia ibu dengan kejadian abortus incompletus dengan p value: 0,048, hubungan antara paritas dengan kejadian abortus incompletus dengan p value: 0,037, dan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian abortus incompletus p value: 0,315). Kesimpulan penelitian bahwa ada hubungan antara usia ibu, dan paritas, dan tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian abortus incompletus di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro tahun 2011, sehingga perlu upaya deteksi dini terhadap abortus incompletus diutamakan pada ibu dengan usia dan paritas beresiko melalui kunjungan ANC dan penyuluhan akan tanda bahaya kehamilan serta pentingnya pemenuhan nutrisi yang adekuat, bergizi, dan istirahat yang cukup pada ibu hamil 

Kata Kunci : Usia, paritas, pekerjaan, abortus incompletus 
Daftar Bacaan : 26 (1998-2011)

nda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA



Fans Page