Ads 468x60px

02 Maret, 2011

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Peran Kader dalam Kegiatan Posyandu


Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Keberhasilan program posyandu diperanutamakan oleh peran serta kader posyandu. Kader kesehatan di Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 6.685 orang yang terdiri dari 4.356 (65,2%) kader aktif dan 2.329 (34,8%) kader tidak aktif. Keaktifan kader Posyandu dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah tingkat pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan dan status ekonomi. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader diantaranya yaitu pendidikan, pengetahuan, dan sikap kader dalam kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Simpang Agung Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010.
Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik dengan desain cross secsional, populasi penelitian ini adalah seluruh kader Posyandu sebanyak 245 orang dengan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin sebanyak 152 orang dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner. Tehnik analisa data yang digunakan adalah univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji statistik chi quare. 
Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh hasil bahwa pendidikan kader sebagian besar Menegah Atas (88,8%), pengetahuan kader sebagian besar dengan kategori baik (52,6%), sikap kader sebagian besar mendukung (51,3%), dan kader yang berperan aktif sebanyak (51,3%), tidak terdapat hubungan antara pendidikan kader dengan peran kader dengan p value : 0,092, terdapat hubungan antara pengetahuan kader dengan peran kader dengan p value : 0,000, dan terdapat hubungan antara sikap kader dengan peran kader dalam kegiatan posyandu dengan p value: 0,000
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah proporsi kader sebagian besar dengan pendidikan menengah atas, pengetahuan yang baik, sikap yang mendukung, berperan aktif dalam kegiatan posyandu, dan tidak terdapat hubungan antara pendidikan dengan peran kader, tetapi terdapat hubungan antara pegetahuan dan sikap dengan peran kader dalam kegiatan posyandu. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka disarankan instansi kesehatan seperti Puskesmas dapat lebih proaktif dalam memberikan bimbingan dan pengarahan pada para kader guna meningkatkan peran serta kader dalam pelaksanaan Posyandu.

Kata Kunci : Pendidikan, pengetahuan, sikap, peran kader, Posyandu
Daftar Bacaan : 18 (1998-2010)
 


Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Ada pertanyaan ataupun komentar ....!

Fans Page